Arsip Kategori: sains

Planet Asing dengan Dua Matahari Berpotensi Layak Huni

detail berita

ilustrasi (Foto: Astrobio)

CALIFORNIA – Tim peneliti International Collaboration of FACom dan astronom mengungkap studi baru yang menunjukkan bahwa bintang biner (dua matahari) bisa lebih mendukung munculnya kehidupan. Dengan cahaya yang lebih oleh dua matahari ini, maka kemungkinan planet tersebut layak huni ketimbang sistem bintang tunggal.

Dilansir Astrobio, Minggu (21/7/2013), tim peneliti beserta astronom dari University of Texas (El Paso) dan New Mexico State University menemukan mekanisme fisik yang bisa membuat bintang biner lebih dapat dihuni ketimbang bintang tunggal. Studi ini mengungkap modifikasi dalam estimasi jumlah planet yang berpotensi menyimpan di kehidupan di galaksi.

Penelitian ini juga bisa membantu ilmuwan untuk menentukan target planet berikutnya untuk mencari kehidupan asing. Selain itu, dengan bintang biner ini juga bisa memberi masukan baru terkait ‘zona layak huni’ atau ‘Goldilocks Zone’.

Habitability atau Kelayakhunian, merupakan istilah yang dipaparkan astronom untuk merujuk pada kondisi umum bahwa planet harus memiliki poin-poin tertentu agar cocok untuk mendukung lahirnya kehidupan.

Kelayakhunian ini ditentukan terutama oleh jumlah cahaya planet yang diterima dari bintang induknya. Jika planet menerima terlalu banyak cahaya, maka ia akan terlalu panas dan air akan mendidih di atmosfer.

Di sisi lain, jika planet ini terlalu jauh dan cahaya dari bintang adalah lemah, maka permukaan planet tersebut terlalu dingin dan air menjadi beku. Sekalipun planet telah berada di Goldilocks Zone, maka planet tersebut perlu memenuhi kondisi lain yang perlu dipertimbangkan untuk benar-benar layak huni.

Salah satu yang paling penting adalah memiliki atmosfer padat dan basah, di mana panas bisa terjebak dan air bisa mengembun di permukaan. Namun, menjaga atmosfer untuk tetap padat dan basah adalah ‘tantangan’ bagi planet muda.

Selama hari-hari awal sistem bintang dan planet, ruang di sekitar bintang menjadi penuh radiasi energi tinggi (sinar ultraviolet ekstrem atau EUV dan sinar-X). Cahaya energi tinggi ini dihasilkan oleh bintang yang baru lahir dan bisa berputar cepat. (fmh)
sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/07/21/56/840154/planet-asing-dengan-dua-matahari-berpotensi-layak-huni

Awas, Partikel Badai Matahari Mengarah ke Bumi

detail berita

Ilustrasi (Foto: Foxnews.com)

CALIFORNIA – Coronal mass ejection (CME) atau partikel matahari melesat kencang dalam kecepatan 560 mil per detik ke luar angkasa. Ledakan matahari yang kabarnya terjadi hari ini, Rabu (17/7/2013), berpotensi mengarah ke Bumi dan melewati pesawat luar angkasa milik NASA.

Dilansir Scienceblog, Rabu (17/7/2013), matahari melepaskan CME yang langsung mengarah ke Bumi. Fenomena matahari ini mengirimkan miliran ton partikel ke luar angkasa yang bisa mencapai Bumi dalam waktu tiga hari.

Ilmuwan NASA mengatakan, partikel ini tidak akan dapat menembus atmosfer planet dan tidak berbahaya bagi manusia. Akan tetapi, fenomena ini bisa mempengaruhi sistem elektronik dalam satelit yang ada di luar angkasa dan sistem elektronik di Bumi.

Model riset percobaan NASA berdasarkan observasi dari Solar Terrestrial Relations Observatory NASA menunjukkan bahwa CME meninggalkan matahari di kecepatan lebih dari 500 mil per detik. Kecepatan super tersebut merupakan kecepatan umum pada CME.

Ilmuwan badan antariksa Amerika Serikat ini juga mengungkapkan, CME bisa mengakibatkan fenomena cuaca luar angkasa yang dinamakan badai geomagnetik. Fenomena ini juga menimbulkan munculnya aurora, terutama di wilayah kutub.

CME juga dapat melewati pesawat luar angkasa Messenger dan Juno. Operator di Bumi dapat menempatkan pesawat luar angkasa tersebut ke modus aman (safe mode) untuk melindungi instrumen dari partikel matahari tersebut. (fmh)

sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/07/17/56/838380/awas-partikel-badai-matahari-mengarah-ke-bumi